Area wastafel adalah sudut yang paling sering Anda pakai, sehingga tampilannya layak mendapat perhatian. Namun, banyak orang hanya menempelkan satu warna keramik dan berhenti di situ. Oleh karena itu, keramik 10×10 dengan berbagai warna dan tekstur yang bisa diigunakan untuk area wastafel bisa menjadi solusi sederhana untuk tampilan yang lebih hidup.
Pola Keramik 10×10 untuk Wastafel yang Mudah Anda Tiru

Pertama-tama, pilih pola keramik 10×10 untuk wastafel sesuai luas dinding dan selera Anda. Selanjutnya, simak tujuh ide berikut. Dengan begitu, hasil akhirnya terasa selaras dengan kamar mandi Anda.
1. Satu Warna dengan Nat Kontras
Pertama, pasang keramik 10×10 untuk wastafel dalam satu warna, lalu pakai nat berwarna kontras. Akibatnya, bentuk kotak kecil terlihat tegas dan grafis. Misalnya, keramik putih dengan nat abu-abu tua. Dengan begitu, dinding tampak modern tanpa motif rumit.
2. Pola Papan Catur
Selanjutnya, susun dua warna secara selang-seling seperti papan catur. Sebab, bentuk persegi cocok sekali untuk pola ini. Namun, pilih dua warna yang tidak terlalu mencolok agar mata tidak lelah. Selain itu, pola papan catur hitam putih cocok untuk gaya klasik maupun modern.
3. Satu Baris Aksen
Berikutnya, sisipkan satu baris keramik berwarna di tengah dinding putih. Dengan demikian, Anda mendapat aksen tanpa biaya besar. Contohnya, baris hijau sage atau biru laut tepat di atas wastafel. Lagipula, satu baris aksen hanya membutuhkan sedikit keramik tambahan.
4. Gradasi Warna
Kemudian, susun keramik dari warna muda ke warna tua. Akibatnya, dinding tampak berkarakter seperti lukisan. Meski begitu, pakai gradasi ini hanya pada satu dinding saja. Bahkan, gradasi dua warna saja sudah cukup untuk dinding berukuran kecil.
5. Pola Diagonal
Selain itu, pasang keramik secara diagonal agar tampilan dinding lebih dinamis. Sebab, garis miring menarik mata ke berbagai arah. Namun, pola ini menyisakan lebih banyak potongan, sehingga siapkan cadangan lebih banyak. Selain itu, pola diagonal cocok untuk dinding polos yang terasa membosankan.
6. Mosaik di Belakang Cermin
Terlebih lagi, area di belakang cermin cocok untuk pola mosaik warna-warni. Sebab, cermin memantulkan pola itu sehingga ruangan tampak lebih luas. Akibatnya, area wastafel kecil terasa lebih lega. Selain itu, pilih warna keramik yang tidak terlalu ramai agar cermin tetap menjadi fokus.
7. Relung Rak Kecil
Terakhir, lapisi relung rak di dinding dengan keramik berwarna berbeda. Contohnya, warna biru tua di dalam relung menonjolkan sabun dan tanaman kecil. Dengan begitu, area penyimpanan ikut tampil cantik. Lagipula, relung dengan keramik berwarna membantu barang kecil terlihat tertata.
Langkah Pemasangan dan Perawatan agar Area Wastafel Awet

Setelah memilih pola, Anda perlu memasang keramik 10×10 untuk wastafel dengan benar. Untuk itu, ikuti tujuh langkah berikut.
1. Tentukan Tinggi Area Keramik
Pertama, tentukan tinggi keramik sebelum mulai bekerja. Selain itu, lapisi dinding minimal 30 cm di atas tepi wastafel. Lebih baik lagi, lapisi sampai batas bawah cermin agar cipratan tidak mengenai cat. Dengan begitu, dinding di atas wastafel tetap kering dan mudah Anda bersihkan.
2. Siapkan Dinding Rata dan Kedap Air
Kedua, pastikan dinding rata, kering, dan bersih. Sebab, dinding bergelombang membuat garis nat tidak lurus. Selain itu, lapisi area basah dengan pelindung kedap air sebelum memasang keramik. Akibatnya, keramik menempel kuat dan tidak mudah lepas dalam waktu singkat.
3. Mulai dari Garis Tengah
Ketiga, mulai dari garis tengah dinding agar pola terlihat simetris. Akibatnya, potongan keramik terbagi sama besar di kedua sisi. Dengan begitu, hasil akhir terlihat rapi. Selain itu, cek garis lurus dengan waterpass agar susunan tidak miring.
4. Pilih Nat Tahan Air
Keempat, gunakan nat epoxy atau nat tahan air agar tidak mudah berjamur. Sebab, celah nat menjadi bagian yang paling cepat kotor. Lagipula, ukuran 10×10 memiliki banyak garis nat, sehingga kualitas nat sangat berpengaruh. Akibatnya, dinding tetap bersih lebih lama dan lebih mudah dirawat.
5. Hitung Cadangan Keramik
Kelima, tambahkan sekitar 10 persen dari kebutuhan untuk cadangan. Sebab, pemotongan di tepi dan sudut selalu menyisakan sisa. Terlebih lagi, pola diagonal membutuhkan cadangan lebih banyak. Dengan begitu, Anda tidak kesulitan mencari keramik serupa saat ada yang pecah.
6. Rawat Secara Rutin
Keenam, lap cipratan air dan sabun setiap hari dengan kain lembut. Sebab, sisa sabun bisa meninggalkan noda putih pada keramik gelap. Selain itu, hindari pembersih asam keras karena bisa merusak nat. Dengan begitu, tampilan keramik tetap segar selama bertahun-tahun.
7. Selaraskan dengan Wastafel dan Kran
Terakhir, samakan nuansa keramik dengan warna wastafel, kran, dan cermin. Contohnya, kran emas cocok dengan keramik krem atau hijau zaitun. Dengan begitu, keramik 10×10 untuk wastafel terlihat menyatu dengan seluruh perabot. Sebaliknya, terlalu banyak warna membuat area ini terasa sempit.
Tertarik menggunakan keramik 10×10 untuk rumah anda? Exclusive keramik menyediakan keramik 10×10 yang bisa digunakan untuk kebutuhan lantai maupun dinding berkualitas. Bisa digunakan untuk lantai kamar mandi, dinding, hiasan, maupun backsplash dapur. Ayo segera beli di exclusive keramik 10×10 sekarang juga melalui tombol whatsapp di bawah ini!
Baca Juga: Keramik 10×10 Gaya Japandi: Perpaduan Warna dan Tekstur Natural
Kesimpulan
Pada akhirnya, keramik 10×10 untuk wastafel memberi banyak peluang desain dengan perencanaan sederhana. Selain itu, pola seperti papan catur atau satu baris aksen sudah cukup menarik. Namun, pemasangan yang rapi dan nat tahan air tetap menentukan hasil. Oleh karena itu, rencanakan pola, tinggi keramik, dan cadangan sebelum membeli. Sebagai tambahan, bawa sampel keramik ke rumah untuk melihat warnanya di bawah lampu Anda. Dengan demikian, area wastafel Anda tampil cantik dan mudah dirawat.